Beranda Fakta PROLOG PART 1 ( AWALAN )

PROLOG PART 1 ( AWALAN )

24
0

3 Tahun Berlalu Dengan Cepat, Semenjak Aku Mulai bermimpi hal-hal yang aneh. Hingga perlahan aku mulai memahami mimpi-mimpi aneh tersebut. Walaupun aneh, pada dasarnya mimpi itu merupakan petunjuk yang sangat berguna untukku.

Untuk lebih memahami alur kisah hidupku, aku akan memulai cerita 5 Tahun kebelakang sebagai Prolog awal kisah ini. Karena tidak seru jika sebuah cerita dimulai tanpa tahu latar belakang awal dari kisah tersebut dan tiba-tiba langsung mulai masuk ke klimaks cerita.

5 tahun yang lalu, tepatnya aku masih menduduki bangku kelas 2 SMP. Waktu itu zaman dimana gua sudah biasa dengan kenakalan remaja, baik itu mabuk, main cewe, buat onar, udah aku alami, hanya beberapa yang tidak, yakni main narkotika. Itu karena kakaku wira yang kenal dengan para Bandar narkoba dan juga menduduki pemuda yang lumayan disegani di kalangannya, dan dia tidak akan segan-segan untuk menghajar siapa saja yang mencoba untuk memberiku pil ekstasi atau jenis narkoba lainnya. Yah, mungkin disana aku cukup terbantu untuk tidak berurusan dengan hal semacam itu.

Aku masih sangat ingat, perubahan drastisku dari seorang yang selalu di puji yang kini sering di maki. Mengingat dulu aku merupakan seorang yang santun, ibu ku selalu mengajarkanku bahasa yang sunda yang santun, dan juga tatakrama yang baik dan beradab. Selain itu, ketika aku masih menduduki bangku kelas 1 smp di pesantren, aku selalu di puji karena merupakan anak yang paling sholeh dikalangannya, namun semua cerita dan pujian itu sirna ketika aku keluar dari pesantren dan masuk ke salah satu sekolah swasta Mts.

Banyak yang bertanya kenapa aku berubah, kenapa aku merokok dll. Aku selalu membalas seperti ini “ Itu karena Gua mengalami broken Home dan bosan menjadi baik “, Kenyataanya, bukan broken home lah yang membuat gua menjadi seorang brandalan. Melainkan karena lingkungan sekitar, dan kebetulan saja orangtuaku memang baru cerai dan perusahaan ayahku mengalami kebangkrutan, jadi aku bisa membuat alasan seperti itu. .

Aku akan memberitahu suatu hal yang menarik, Orangtuaku selalu bertengkar kala aku masih duduk di bangku kelas 1 sd, dan itu hanya mempengaruhi sebagian mental didalam diriku, yang bisa disembuhkan dengan cepat dan tentunya menggunakan metode yang tepat. Bukan Sebuah Alasan Seorang anak menjadi seorang yang brandal dan lepas control akibat broken home, hal itu menjadi sebuah alasan karena tanda mereka tidak bodoh, karena banyaknya artikel mengenai broken home-lah yang akan melahirkan banyak alasan tersebut. Ketika seorang sedang berada di masa sulit, dia akan mencari pelampiasan untuk masa sulitnya tersebut, dan jangan lewatkan mereka juga butuh alasan untuk memperkuat tindakannya tersebut.

Intinya, Aku menjadi seorang yang lepas control karena beberapa sebab. Pertama, dulu ketika di pesantren aku sering di bully, aku selalu menangis dan menangis, dan benci terhadap hal itu, hingga  pindah sekolah. Di sekolah yang baru, mungkin 1 sampai dua bulan aku masih menjadi seorang pengamat lingkungan, aku melihat terdapat beberapa anak yang baik yang mungkin juga sama keadaanya dengan keadaanku dulu. Yups, sering di buli. Karena tidak ingin di buly, aku mulai masuk ke-g eng anak yang brandalan. Walau awalan ada penataran, dimana gua harus ikut tauran dan juga berantem sama beberapa anak dari sekolah lain, tapi itu membuahkan hasil, karena trauma tidak ingin di bully menjadikan gua lebih semangat untuk menang. Kita ambil kesimpulan, bahwa hal itu akan umum dilakukan oleh seorang remaja, kita sebut sebagai sifat ilmiah dari seorang mahluk hidup, untuk keluar dari zona yang tidak dia sukai dan mempertahankan citra nama kebaikannya dilingkungan yang dia gauli.

Perlu diketahui juga, tidak hanya di sekolah yang lingkungannya kurang mendukung. Di kampungku, hampir seluruh anak seusiaku tidak lagi bersekolah, alias murid ( DO ), selain itu, ada kegiatan meriung ( berkumpul ), yang menuju arah negative. Dari dua sisi tersebut, sekolah dan lingkungan perkampungan, adalah dua factor yang mempengaruhi seorang anak yang paling baik menjadi seorang yang brandal.

Mungkin orangtua akan berkata “ Itu karena anaknya aja nakal “, atau “ itu karena lemah iman “. Akan kukatakan satu kalimat. Jangan Naif, Cobalah Lihat Masamu Dahulu. Sekuat apapun orangtua mendidik, anak tetaplah anak, yang tidak bisa berfikir dengan jernih, mereka hanya berfikir untuk terlihat keren di mata teman-temannya sekitar.

Akan kucontohkan dua sifat anak di lingkungan sekolah, Si baik dan sibrandal. Dan kenapa aku bisa merasakan dua posisi tersebut, itu karena aku pernah berada di antara keduanya.

Sibaik, akan lebih rentan untuk membocorkan informasi kenakalan anak lainnya kepada guru, hal itu wajar saja, karena mereka merasa dekat dengan para guru dan ingin menarik perhatian para guru. Dan si brandal, akan rentan untuk melindungi sesama temannya dan bertindak semena-mena bersama teman-temannya, karena mereka ingin menarik perhatian sesame teman dengan kesolidaritasan. Perhatian hal yang sama antara keduanya, baik dan brandal. ( Sama-sama ingin menarik perhatian ). Itulah seorang anak.

Karena aku pernah mengalami pembullyan, aku selalu tidak tega dengan orang yang dibully, hingga saat itu aku selalu membantu mereka yang di bully dengan mengatakan “ Udah, kesian ego. Kalau Mau ngajak rebut tar aja sama anak sekolah lain”, setidaknya aku masih bisa membantu mereka yang dibully agar tidak terlalu menderita, terlebih teman-temanku selalu memalaki mereka berlebihan. Itu membuat hatiku lumayan sakit juga.

Ada Banyak Kasus yang tidak efektif dilingkungan sekolah, yang bisa membuat tambah banyak anak yang menjadi gembel dan brandalan. Aku akan merincikannya di episode yang akan datang. Angap saja itu adalah pelajaran yang harus kuteliti untuk kebaikan generasi selanjutnya.

Next kecerita ku..

Lambat laun, aku mulai mengikuti kebiasaan teman-teman lingkunganku, dari mulai kebiasaan merokok, mabuk minuman keras dll. Tidak terlewatkan juga selalu membuat keributan, hingga akhirnya namaku mulai tercemar, dari sana aku mendapati banyak pelajaran, dimana tadinya aku seorang yang sangat manja menjadi sangat mandiri, ( Mandiri dalam artian kecil banget, cuman bisa tidur dimana aja ). Dan menyadari bahwa pujian dan hinaan tidaklah penting dalam kehidupan ini.

Bagi kalian yang gila sanjungan dan jabatan, tidak beda dengan seorang bocah yang ingin mendapatkan perhatian dari guru atau temannya. Dan bagi kalian yang selalu di caci, mulailah intropeksi diri dan mulailah nikmati itu semua. Dengar, cacian akan terlihat sangat lucu ketika kau tahu bahwa yang mencacimu itu juga manusia.