Beranda My Diary KISAH DI BALIK 21-25 MEI YANG TIDAK ORANG KETAHUI

KISAH DI BALIK 21-25 MEI YANG TIDAK ORANG KETAHUI

80
0

Perkenalkan Teman-teman dan saudara-saudaraku sebangsa, mungkin ini adalah postingan awal di situs website portal berita milik ku, jujur saja, adanya situs ini tidak lepas dari hikmah yang aku dapatkan pasca aksi 21-22 mei 2019 yang sedang berlangsung di Jakarta, tepatnya di depan gedung bawaslu. Sebelum saya memulai diary ini. Perlu diketahui bahwa aku bukan berasal dari kubu 01 atau kubu 02. Aku berulah berusia 17-tahun yang tidak memiliki ktp dan hak pilih dalam pemilihan presiden tahun 2019 ini. Mungkin bagi sebagian orang berita ini tidak terlalu penting. Tapi setidaknya bacalah, bagaimana aku mendapatkan sebuah pembelajaran yang saya rasa amat penting bagi diriku dan semua orang.

                Bertepatan tanggal 21 mei, aku berencana untuk pergi seorang diri ke Jakarta, hal itu karena rasa penasaran atas maraknya social media yang memberitakan aksi 21 mei tersebut. Sontak, aku ingin melihat berita tersebut langsung dengan mata ku sendiri. Niatku hanya dua, pergi ke kantor yang ada di Jakarta dan melihat serta merekam aksi demo yang terjadi di Jakarta.

  Orangtua ku yang tahu akan rencanaku pergi ke Jakarta, tentu saja tidak mengijinkan, dan memaksaku untuk tetap diam di rumah. Selain aku anak satu-satunya, mungkin ini bukanlah waktu yang tepat pergi ke ibu kota terlebih ke tempat aksi demo sedang  berlangsung.

                Ba’da sahur dan sholat subuh, aku mengemas beberapa bajuku karena niat kedua ku untuk tinggal beberapa hari di tempat pekerjaanku. Seketika hendak berangkat, aku sempat beradu mulut dengan kedua orangtuaku yang tidak mengijinkan akan keberangkatanku, namun aku tidak memperdulikannya dan lekas pergi seorang diri ke Jakarta. Singkat cerita, aku yang belum tertidur semalaman, memilih tertidur di dalam bus, waktu itu aku menaiki bus AgraMas dari Sukabumi Ke Jakarta ( Lebak Bulus ). Hingga akhirnya aku dibangunkan oleh kenek bus, karena perjalanan telah sampai di tempat tujuan ( Lebak Bulus ).

                Seketika aku keluar dari bus, tasku langsung d iambil oleh seseorang yang merupakan tukang gojek disana, dengan alasan akan mengantarkanku ke tempat tujuan ( Tebet Dalam untuk menyimpan tas dan leptopku ). Awalnya  aku menolak untuk di antarnya dan memilih untuk menaiki gojek saja. Namun, tukang ojek tersebuh kekeh dan memberikan banyak alasan, salah satunya karena naik gojek tidak aman dan lain sebagainya. Mau bagaimana lagi, dari pada memancing panasnya situasi, aku memilih untuk menganguk dan mengiyakan kemauan tukang gojek tersebut.

                Tukang Ojek Tersebut hanya membawaku muter-muter dan menurunkanku di tengah perjalanan lantas memintaku untuk menaiki angkot saja. Sekali lagi aku menganguk serta bertanya berapa ongkosnya ?

“100-Ribu”, tembaknya tanpa berfikir.

“Inisih namanya Pemerasan pa!!”, timbalku secara respek.

                Tukang Gojek Tersebut Marah dan alhasil aku beri dia 50% dari yang dia minta. Biasanya menaiki gojek hanya sampai 30-ribu, tapi tak apalah mungkin ini cara dia untuk mendapat rezeki. Aku hanya berfikir bagaimana jika orang yang gak punya uang.

  Kali ini, aku memesan gojek dan berhasil ke tempat kantorku, dari kantor, aku menyimpan tas dan leptopku lalu bergegas kembali berangkat ke thamrin atau ke tempat terjadinya aksi demo. Sebelum di perjalanan, aku banyak bertanya mengenai kejadian di era Suharto dulu, yakni kejadian yang mengerikan dan tidak mudah dilupakan bagi masyarakat di Indonesia. Dimana persaudaraan tumpah, dan terjadi peperangan dimana-mana hingga ratusan orang mati dalam aksi tersebut.

                Sebelum masuk ke kawasan gedung bawaslu, aku melihat ramai polisi yang berjaga, dengan gagah mereka berdiri tegap. Disana aku melihat 2 mobil bus berwarna merah dengan kaca pecah bekas di lempari. Entah siapa yang melempari bus tersebut hingga pecah. Yang kupikirkan hanyalah “apa dengan cara ini sebuah kekacauan akan hilang dengan kakacauan lainnya ?”, Entahlah, aku sendiri tidak tahu, karena setiap pemikiran orang berbeda.

                Di perjalanan mencari titik pusat aksi demo, aku melihat beberapa orang pengemis dan juga beberapa orang pemulung. Hati sedih melihatnya. Oh yah, disana aku menggunakan koko putih berbalut jaket anime kakashi hatake. Aku memasuki kawasan bawaslu yang terdengar suara orasi dan takbir disana, dihadapanku terlihat polisi yang berbaris dengan rapih menjadi penjaga di tempat tersebut. Tidak sampai 10-menit aku di tkp, aksi demo di break dan bubar untuk menunaikan ibadah sholat dzuhur. Aku ingat waktu itu berkisar jam 11:00 WIB. Di tempat tkp aku tidak banyak bicara, lebih ke mengamati, seperti tujuan awal. Mengamati apa yang sebenarnya terjadi dengan kedua mata sendiri. Hal ini aku lakukan karena takutnya kecapean lantas tidak kuat untuk berpuasa, jadi aku lebih memilih untuk menghemat suaraku.

                Seusai di tempat tkp masih di kawasan thamrin Jakarta pusat, Aku berteduh di toko yang sedang tutup. Di tempat tersebut terlihat banyak orang yang hilir mudik menggunakan koko putih tidak berpuasa, membawa sebotol minuman dan meminum dimana saja. Heran saja, lantang mereka berteriak takbir, lantas tidak malu dengan teriakannya dia berbuka puasa di tempat umum. Mungkin tidak semuanya yang seperti itu.

                Tepat disamping kiriku, sekitar berjarak 2 meter, duduk seorang bapa-bapak yang terlihat seperti pemulung sedang menikmati rokok.

“Disini bebas merokok yah pa ?” tanya ku kepada bapa-bapa tersebut.

“Aman dek”, jawabnya singkat sambil menghembuskan asap rokok.

Ya, mungkin di ibu kota tidak bisa disamakan dengan  di kampong, sebab jika di kampong merokok di ruang public sama saja menawarkan pipi kanan dan kiri untuk di tabok.

                Aku mengambil ponselku, ( Xiomi A6 ) dari saku ku, kulihat beberapa pesan whatsapp masuk, dari ibuku, bosku yang berpesan untuk tidak pergi ke tamrin. Terdapat pula beberapa pesan whatsapp dari teman-temanku. Disana, aku sibuk membalas wa yang masuk.

 Selang beberapa menit, melintas tiga orang anak muda yang juga seusia denganku, memakai baju koko dan bercelana hitam, tampak jelas mereka tidak berpuasa, memegang sebotol aqua dan menghisap rokok. Awalnya mereka melintas dihadapanku, namun tiba-tiba mereka kembali mendekati ku, lantas tiba-tiba meminjam ponselku untuk membuka facebook milik nya. Dia juga memperlihatkan ponselnya yang mati, retak di layarnya.

                Aku meminjamkannya, itu karena tidak ada rasa curiga, bagaimana bisa curiga dengan usia remaja yang seusia denganku dominan merupakan anak yang baru lulus sekolah dan masih tahap mencari ilmu serta pengalaman.

                Disana, Kita ngobrol bareng, hingga aku merasa gerah karena panasnya cuaca hari itu, salah satu dari mereka mengajakku untuk ikut ketempat yang lebih teduh, untuk beristirahat. Tidak lama dari itu, aku dan tiga pemuda tersebut menaiki bajaj untuk ketempat ( kakak dari salah satu 3 remaja tersebut ). Aku tidak terlalu hafal nama tempat nya, namun saya tahu nama akhir dari tempat tersebut ( …. Senen ), di daerah Jakarta selatan. Sesampainya di gang, kita kembali ngobrol bareng, karena tidak panas serta haus, aku  berniat untuk berbuka puasa.

“beli minum yu!”, ajakku kepada mereka. Mereka pun mengiyakannya, ponselku masih di pegang oleh salah satu remaja dari 3 remaja tersebut. Aku dan dua orang lainnya pergi untuk ke warung kakak dari 3 anak remaja tersebut, dan yang satunya lagi menunggu kami. Dari sana aku mulai curiga kepada mereka, namun itu semua aku bungkam, karena aku rasa kita sudah saling mengenal.

Salah seorang remaja yang mengantarku memberi tahu kalau aku tidak usah ikut berbelanja ke warung kakaknya, karena khawatir takut ada ibunya lalu aku menjadi sasaran untuk di marahi. Setelah itu, aku duduk bersama satu teman lainnya menunggu, namun tiba-tiba satunya lagi meminta izin untuk kencing. Dan pada akhirnya, ketiga remaja tersebut menghilang, aku sempat kaget dan berlari ke remaja yang menunggu di tempat awal. Di gang yang bercat hijau dan merah di didingnya. Dan alhasil remaja tersebutpun tidak ada.

Disana aku menghela nafas panjang sambil duduk. Seraya berkata kepada hati.

“Hey Elan, gua rasa ini kualat deh karena tidak nurut kepada orangtua, dan Gua beryukur Allah masih saying sama diriku, karena tidak sempat batal puasa”, tanyaku dalam hati.

                Yang aku sedihkan bukanlah ponsel ku yang hilang, ya walaupun aku befikir keras bagaimana aku mendapat semua kontak dari ponselku yang hilang, sementara semua nomor kontak client serta mitraku ada didalamnya, bagaimana aku bisa menghubungi mereka ? untuk menanggung jawabkan semua project yang ku dapat. Akan tetapi, hal yang paling aku sedihkan adalah, bagaimana mungkin, seorang remaja berusia 17/18tahun sudah bertindak penipuan dengan perencanaan yang mereka buat secara tiba-tiba? Dan apa yang mereka pikirkan, mereka ikut aksi demo sedangkan mereka sendiri berprilaku seperti itu? Sungguh ironis sekali.

“ok, gua gak tak terlalu hafal jalur Jakarta, dan gua gak punya ponsel untuk memesan gojek mengantarkanku ke kantor gua. Sekarang hanya ada Allah, Amal, dan Diri gua”, ujarku sambil lekas berdiri dan berjalan keluar gang.

                Aku masih berfikir, bagaimana mungkin mereka bisa seperti itu, ok lah jika itu orang dewasa yang melakukan, aku akan lebih mengerti karena bisa saja karena factor untuk menghidupi anak dan istri, lah ini seusia, yang harusnya difikirkan adalah bagaimana supaya bisa menjadi seorang yang bermanfaat kelak di dewasa nanti.

                Tapi, disini saya tidak bisa menyalahkan ketiga anak tersebut. Mungkin saja mereka melakukan hal itu karena banyak factor yang mendesak mereka seperti itu. Disini saya menyalahkan diri sendiri, kenapa aku tidak menciptakan suatu hal, seperti video youtube, blog, yang berisi semua yang bermanfaat dan mengajak para pemuda lebih sibuk akan suatu yang bermanfaat dalam mengasah skill mereka, dan tentunya dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah dengan itu.

                Dari sinilah awal aku berfikir untuk mulai membuat sebuah blog artikel untuk mengajak semua orang merintis bersama, kumpulan tips and trick serta tutorial secara terperinci dan rahasia-rahasia dasar yang bisa dilakukan oleh jenjang anak smk hingga kuliahan dalam pengamalannya.

                Tidak lama dari fikiranku untuk menciptakan konten youtube dan juga blog, aku melihat kembali beberapa pengemis dan pemulung. Jujur, aku sangat kepanasan dan haus, berjalan entah tahu arah tujuan. Mungkin jika aku meratap rasanya tidak pantas, karena banyak sekali keberkahan serta kenikmatan yang Allah berikan padaku. Justru disinilah aku mulai berfikir bagaimana caranya dengan people power yang sekarang terkenal dalam aksi demonya, menjadi people power dalam membangun ekonomi serta kesejahtraan bangsa! Mungkin aku telah menemukan konsep yang tepat, namun walaupun itu sulit tapi selagi aku yakin dan selagi banyak yang mensupport, aku tidak takut akan sebuah ke gagalan.

                Di siang hari yang panasnya akan terik matahari, aku berlari menjegat sebuah motor dan pulang dengan selamat kekantor saya. Walaupun aku merasa kecewa, hampa dan merasa bodoh. Tapi, semua terbayar lunas akan sebuah hikmah kehidupan. The power of ikhlas, adalah sebuah kekuatan tanpa batas untuk pengamalnya.

Info

Nomor Telpon yang di curi : 085798232890 | 081617021807

Catatan :

                Terkadang, kita selalu berfikir untuk menyalahkan orang lain, dan enggan dalam menyalahkan diri sendiri. Bagaimana kita bisa berkembang dalam keterpurukan jika yang kita fikirkan hanya kesalahan oranglain. Nabi selalu mencontohkan bagaimana kita Intropeksi diri, bahkan setiap menjelang tidur. Bagaimana mungkin jika kita menginginkan sebuah Negara yang penuh kedamaian jika yang kita fikirkan hanya sebuah keuntungan? Tanpa memikirkan mereka yang kesulitan, bahkan untuk makan.

                Kita selalu melihat nenek-nenek yang berjualan dengan dagangan yang penuh, jika seandainya kita bersatu, membeli minimal satu dagangan tersebut hingga akhirnya dagangan laku terjual dan memberikan kebahagiaan kepada nenek tersebut. Namun faktanya banyak diantara kita yang acuh, dan lebih mementingkan berbelanja ke tempat mewah dan mengabaikan mereka yang kelaparan!!

Think Different ~ mari mulai menciptakan kesejahtraan dengan saling mengerti penderitaan satu sama lain.

Tidak hanya sampai situ, 3 remaja tadi kembali membuat ulah dengan menipu seisi kontak milik saya. Saya bergegas ke kantor polisi dan bank dalam mengatasi masalah tersebut. Nantikan artikel selanjutnya. Info, saya menulis artikel 2 hari setelah kejadian, dan telah mengalami 2 hari setelah kejadian sebelumnya yang telah saya publish.

Bagi Teman-teman yang tertarik menonton video saya, saya lampirkan videonya di bawah berikut